Mengimani Takdir

0
163

Iya…
Kita sebenarnya hanya sedang berpindah dari takdir Allah yang satu ke takdir-Nya yang lain.
.
Tidak usah bertanya ‘Kenapa?’, ‘Seandainya’, ‘Bagaimana?’.
.
Jangan sedih dan berputus asa.
Terus saja mengambil sebab dan berbaik sangka.
.
Kemudian bersabar menunggu ketetapan-Nya hadir menyapa.
.
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithan”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here