Prinsip-Prinsip dan Pedoman Penting bagi Keberhasilan Kebangkitan Islam

0
97

CATATAN MAHASISWA

DA’WAH DAN DUAT (DHD 101)

Oleh: Indri Hendayanti (BAIS Spring 2020)

Berikut adalah rangkuman beberapa perkara dan prinsip penting yang disampaikan oleh Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah Ta’ala terkait arahan bagi para pemuda agar kebangkitan Islam meraih kesuksesan dan bermanfaat serta membangun, bi’idznillah.

Prinsip Pertama: Berpegang Teguh di atas Alquran dan Asunnah.
Kitabullah ada di tangan kita agar dapat menjadi jalan kembali dengan mentadabburi maknanya dan mengamalkan ajaran-ajarannya. Kita mendasar kebangkitan Islam saat ini dengan pondasi Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Prinsip Kedua: Di Atas Ilmu dan Wawasan (Bashirah).
Dakwah yang tidak didasari dengan ilmu maka pastinya merupakan dakwah yang didasarkan oleh kejahilan dan konsekuensi buruk dari dakwah seperti ini jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Prinsip Ketiga: Pemahaman.
Pemahaman yang baik adalah hal yang sangat penting. Banyak yang memiliki ilmu namun belum diberkahi dengan pemahaman. Kesalahan dalam memahami dalam penafsiran dapat menjadi lebih berbahaya dibandingkan kesalahan karena ketidakpahaman.   

Prinsip Keempat: Kebijaksanaan (Sikap Hikmah).
Ada empat tingkatan dalam menyeru manusia ke jalan Allah, yaitu: a. Kebijaksanaan (Hikmah). b. Tutur kata yang baik. c. Berdiskusi dengan cara yang baik d. Dengan perbuatan yang mencegah para pelaku maksiat.  

Prinsip Kelima: Saling Menyatukan Hati dan Mencintai.
Dalam memandu kebangkitan Islam, wajib agar kita bersatu di atas agama ini, menyatukan hati, dan merapatkan barisan.   

Prinsip Keenam: Sabar dan Menanggung Cobaan dengan Mengharapkan Pahala dari Allah.
Para pemuda muslim dan muslimah yang mengemban tugas dakwah akan sering mendapatkan celaan, halangan, sikap kasar dan bahkan hinaan yang terang-terangan. Maka wajib dalam kondisi ini memperteguh kesabaran, tetap gigih dan tidak bosan dalam berdakwah dan berihtisab (mengharapkan pahala dari Allah ‘Azza wa Jalla).  

Prinsip Ketujuh: Menghiasi Diri dengan Akhlak Mulia.
Wajib bagi seseorang yang menyeru kepada Allah untuk menghiasi dirinya dengan akhlak mulia, nampak pengaruh dari ilmunya dalam aqidah dan ibadahnya, dalam penampilan dan perilakunya serta karakternya.  

Prinsip Kedelapan: Menghancurkan Pemisah antara Dai dan Ummat.
Tidak pantas bagi penyeru agama Allah untuk bersikap angkuh dan penyendiri. Dia harus menghancurkan dinding pembatas antara dirinya dan masyarakat hingga dapat menyampaikan pesan-pesan dakwah.  

Prinsip Kesembilan: Menggunakan Kelemahlembutan.
Penyeru agama Allah harus menempuh jalan kelemahlembutan dalam berdakwah dan mengingkari kemungkaran sehingga sikap lemah lembut ini mereka dapat meraih apa yang tidak dapat terwujud dengan kekerasan.  

MARAJI’: Ash Shahwah Al Islamiyah, Syaikh Utsaimin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here