Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku 👌

0
132



Kami tinggal di lingkungan kampung dan memiliki tetangga depan dan samping yang beragama non muslim sejak saya kecil. Alhamdulillah kami sudah belajar tentang toleransi sejak kami anak-anak sampai kami juga memiliki anak-anak.
.
Sampai sekarang anak-anak kami juga terus bermuamalah dengan baik setiap harinya, saling mengunjungi dan bermain bersama. Mereka menunggu dengan sabar jika sudah masuk shalat dan anak-anak kami shalat dulu sebelum lanjut untuk bermain lagi.
.
Tidak ada masalah ketika hari raya kami merek tidak berkunjung demikian juga ketika hari raya mereka kami tidak berkunjung dan tidak mengucapkan selamat. Tidak pernah ada masalah!, setiap harinya semua berjalan saja dengan baik seperti biasa, alhamdulillah.
.
Maka, kami melihat bahwa penanaman aqidah shahihah kepada anak adalah hal utama yang harus menjadi perhatian besar bagi setiap keluarga muslim dan jangan pernah khawatir, dengan pemahaman aqidah yang baik kita justru akan menjadi insan yang sangat memahami makna dan batasan toleransi yang sesuai syariat, insyaallah.
.
Orang tua butuh untuk menanamkan konsep tauhid kepada anak yang disertai dengan pemahaman yang baik, bukan sekedar penanaman doktrin-doktrin.
.
Proses ini menurut saya bukan proses yang mudah di tengah ramainya ‘toleransi kebablasan’ yang terus dikumandangkan.
.
Ini adalah proses belajar yang bertahap (tadarruj) dan berkelanjutan (istimtar) agar pondasi ini terbangun dengan kokoh dalam diri anak-anak kita, bi’idznillah.
.


لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Ayat ini masyaallah memberi pelajaran kepada kita betapa Alquran telah mengajarkan toleransi sampai pada pokok-pokok kehidupan, yaitu soal keyakinan.
.
Kita harus menghormati keyakinan orang lain. Namun, dalam sikap saling menghormati itu kita tetap ada batasannya, yaitu bagimu agamamu dan bagiku agamaku.

Semoga Allah mudahkan kita semua, aamiin. Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here