أحسنت يا فراشتي 🦋

0
64


Mencoba mengamati bagaimana orang Arab bertutur kata dengan bahasa Arab yang memang sangat indah dan dalam maknanya.
.
Pertama: Bahasa ‘to the point’ dan intonasi yang tegas.

Akhawat non Arab (Indo terutama dan saya khususnya) mungkin awal-akan kaget kalau tiba-tiba langsung ditegur tanpa basa basi yang kalau diterjemah menjadi…

“Jangan malas!”
“Kenapa selalu terlambat!
“Kenapa terlambat sekali!!”
“Kenapa tidak ada izin!!!”
“Tidak boleh!”
.
Kedua, namun…
Ternyata ada kebiasaan yang masyaallah juga dalam mereka bertutur kata, yaitu tidak lupa selalu mendoakan para murid-muridnya dengan doa-doa kebaikan yang banyak dan juga memanggil dengan panggilan-panggilan indah yang membuat hati meleleh seperti…

“Yaa Habibatiy
“Yaa Faraasyatiy”
“Yaa Qalbiy”
“Yaa Hayatiy”
“Yaa Asal”
“Yaa Ainiy” dan masih banyak lagi, masyaallah.
.
Mencoba juga bertutur kata indah seperti ini dengan akhawat Indo tetapi kenapa jadinya aneh.😹
.
“Wahai Kesayanganku” Sari Ummu Nabilah
“Wahai kupu-kupuku” Ani Mantoro
“Wahai hatiku”Anissa Tokobaracca
“Wahai hidupku” Khadijah Ummu Khansa
“Wahai madu” Ainil Maqshurah
“Wahai mataku” Umi Hardianti
.


Masyaallah..
Indahnya memang bahasa Arab yang maknanya tidak bisa diungkap kedalamannya dalam bahasa selainnya.
.
“Bagaimana manusia dapat menolak keindahan bahasa ini, dengan logikanya dan kecemerlangannya yang unik?. Bahkan tetangga-tetangga negeri Arab, orang-orang yang mereka taklukkan, telah jatuh di bawah pesona bahasa ini. ” Sigrid Hunke (1913-1999)
.
Masyaallah semoga Allah mudahkan kita semua untuk bisa mempelajarinya. Aamiin Yaa Rabb. 🤲🏻

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here