Keutamaan Doa 🤲🏻

0
40

KEUTAMAAN BERDOA

Bersama para Ustadzaat:
👑 Ustadzah Mona حفظهاالله
👑 Ustadzah Maha حفظهاالله
👑 Ustadzah Rana حفظهاالله
👑 Ustadzah Ummu Mu’adz حفظهاالله
👑 Ustadzah Asywaq حفظهاالله

Taajul Waqar, Ahad , 18 juli 2021
08.30 WIB

Mutarjimah : Dini Cahya, Ummu Khansa’, Wahyuni Hakim

بسم الله الرحمن الرحيم

📌 Ustadzah memulai pertemuan pagi hari ini dengan memuji Allah dan doa semoga Allah memberkahi pertemuan ini, dan semoga kita semua bisa bertemu dengan hari Arafah yang begitu mulia besok.
Karena sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salam bahwa sebaik-baik doa adalah berdoa di hari Arafah.

📌 Kalimat utama yang aku dan para nabi ucapkan pada senja hari Arafah adalah
لا إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ ؛ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu).”
Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYA-IN QODIIR (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi no. 3585; Ahmad, 2:210. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih dilihat dari syawahid atau penguat-penguatnya, lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1503, 4:8.)

↪ Do ini mengandung pujian-pujian kepada Allah.

📌 ketika kita ingin meminta sesuatu kepada Allah, maka mulailah doa-doa kita dengan pujian kepada Allah subhanahu wata’ala. sebagaimana di surah alfatihah diawal-awal ayat berisi dengan pujian-pujian kepada Allah,
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ


  1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
  2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
  3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
  4. Yang menguasai di Hari Pembalasan.
  5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
    lalu kemudian baru ayat اهدنا الصراط المستقيم (Tunjukilah kami jalan yang lurus,)

📌 Karena ketika kita berdoa dan mengawalinya dengan “Laa ilaaha illallah” ini mengandung kalimat tauhid, sehingga semakin baik juga yang kita panjatkan.

↪ Kita memaksudkan dalam doa kita “tidak ada yang maha kuat selain Allah, tidak ada yang mampu mengabulkan doaku selain Allah, hanya Allah lah yang dapat menghilangkan kesedihan yang menimpaku”

📌 kalimat لا إله إلا الله وحده لا شريك له, kalau diresapi dengan baik,dan dipahami dengan baik, maka akan menguatkan tawakkal kita kepada Allah, dan akan menghilangkan semua ketergantungan kepada selain Allah.

Dan ini akan memunculkan rasa pengagunggan kepada Allah, dan akan membuat diri kita rendah di hadapan Allah, kita menjadi sadar bahwa diri kita bukan siapa-siapa.
Hendaknya kita memenuhi hati kita dengan keyakinan bahwa Allah dengan kebesaran dan kekuasaan-Nya akan menerima doa yang kita langitkan

📌 Hari Arafah adalah hari yang istimewah, hari mustajabnya doa, maka perbanyak doa, hendaknya seorang mukmin itu meluangkan waktunya untuk berdoa pada hari arafah, berdoa untuk diri dan orang tua.

📌 Diantara sebab terkabulnya doa adalah dengan memulai doa-doa kita dengan pujian-pujian kepada Allah dan shalawat kepada Rasul, Maka sebelum doa, memulai doa dgn pujian2 dan bershalawat atas Nabi shalallahu‘alaihi wasallam menjadi sebab dikabulkannya doa.

Syaikh bin Baz berkata: “Hendaknya seseorang itu memperbanyak doa di hari arafah,meminta surga dan meminta perlindungan dari apa neraka.”

Maka ketika kita berdoa dengan bahasa apa pun, dengan dialek/logat mana pun, selama tempat kita meminta doa adalah Allah, maka Allah akan tetap mendengar doa kita..
dianjurkan untuk memperbanyak doa, doa apa saja yang kita inginkan, tapi dianjurkan untuk berdoda dengan doa2 yang dari alqur’an dan sunnah. tapi yang harus kita ingat, kita harus berdoa dengan memahami makna doa-doa tersebut, jangan sampai kita berdoa tapi tidak paham maknanya.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً
Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia

وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً
Berikan pula kebaikan di akhirat

وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Dan lindungilah Kami dari siksa neraka

Diantara adab berdoa:
🌸 Kita merasakan dan memahami doa yang kita panjatkan
🌸 Menghadirkan hati saat berdoa, maksudnya khusyu ketika berdoa, tidak hanya lisannya saja.. Kemudian juga berdoa itu harus disertai husnudzon kepada Allah
🌸 Hal yang paling penting ketika berdoa adalah bener2 memohon kepada Allah dengan menampakkan bahwa kita benar-benar butuh kepada Allah. lalu kemudian kita berhusnuzhan kepada Allah. karena Allah berfirman:sesungguhnya Aku bersama prasangka hambaKu.
hadits dari Kitab Riyadhus Sholihin berikut ini #1435.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]

🌸 Dan berdo’a lah kepada Allah dalam keadaan engkau yakin doamu akan dikabulkan, berdo’a dengan bergantung sepenuhnya kepada Allah dan menunjukkan rasa butuh dan faqir kepada Allah dan berbaik sangka kepada Allah

Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan Allah berkata:
“Aku berada di prasangka hamba-hambaku maka Barang siapa yg bersangka dengan kebaikan maka akan datang apa yg ia sangka kan dan demikan sebaliknya”

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Artinya : Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. (Ghafir : 60)/ (Al-mu’min:60)

Dan diantara adab berdoa adalah, kita yakin Allah akan mengabulkan doa kita, Rasulullah bersabda: ادعوا الله وأنتم موقنون بالإجابة

🌸 Setelah kita berdoa, kita juga harus meyakini bahwa pilihan Allah lebih baik dari pada pilihan kita sebagai hamba. Oleh karena itu ketika Allah menakdirkan kita dengan sesuatu yang mungkin tidak kita sukai, maka kita harus lapang menerimanya.

Allah Ta’alā berfirman,
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah: 216).

🌸 Dan diantara adab dan sebab dikabulkannya doa adalah dengan mengakui semua kesalahan-kesalahan dan dosa2 kita kepada Allah.

Disebutkan oleh imam Ibnu Qayyim diantara sebab dikabulkannya doa adalah memutuskan segala ketergantungan hati kita kecuali hanya kepada Allah, kemudian merengeklah kalian dalam berdoa sebagaimana seorang anak yang menangis kepada ibunya untuk meminta sesuatu.

Ibnu Qayyim berkata, diantara sebab menggapai cinta Allah dan dikabulkannya doa kita adalah dengan benar2 menampakkan kebutuhan kita kepada Allah.

🌸 Termasuk sebab yang mendatangkan cinta Allah kepada kita ketika berdoa adalah kekhusyuan hati, memunculkan rasa rendah diri, mengiba di hadapan Allah bagi kita itu adalah makhluk yang lemah, kemudian ia serahkan dan sandarkan seluruh doa nya kepada Allah dan hadirkan lah hati yg tunduk dan khusyu dalam berdoa.

🌸 Dan diantara sebab dikabulkannya doa adalah berdoa dengan khusyu’,
Dan di antara sebab terkabulnya doa adalah melakukan Amalan2 kebaikan yang mendatangkan keridhaan dan kecintaan Allah dan melakukan amar ma’ruf, nahi mungkar, sebab Allah kabulkan doa.

🌸 Tidak hanya berdo’a kemudian dia lalai dengan segala amalan dan kawajiban, namun ia harus melakukan segala sebab yg menambahkan kedekatan dirinya kepada Allah, Karena kekhusyuan bukan hanya dalam sholat, tetapi dalam semua ibadah.
Dan khusyu adalah keharusan yg harus selalu dihadirkan oleh setiap hamba di segala amalannya sehingga timbul rasa khasyyah di hatinya.
*khasyyah adalah rasa takut yg dibarengi dengan ilmu yang hanya dapat dirasakan Oleh orang-orang berilmu.

dan mereka Orang-orang yang khusyu telah Allah sifat kan sebagai sebenar-benarnya orang beriman

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ
Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya, ?( QS:Al-mu’minun:1-2)

🔖 Apabila engkau hendak mengetahui bagaimana kedudukanmu di sisi Allah maka lihatlah bagaimana keadaan hatimu ketika engkau shalat.

🔖 Orang yang berilmu juga akan berusaha untuk mendapatkan kekhusyuan dalam shalat, karena shalat adalah penyejuk pandangan (sebagai tempat untuk beristirahat dari hiruk pikuk dunia), tempat yang mulia untuk berdoa memohon kepada Allah…

❓Apakah engkau termasuk hamba yg khusyu’? ataukah lalai ketika shalatmu?

اللَّهُمَّ ! إِنِّي أَسْألُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ ، وَالعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ
Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu untuk selalu cinta kepada-Mu, mencintai orang yang selalu mencintai-Mu, dan amalan yang dapat menyampaikanku untuk mencintai-Mu.

👑 Ustadzah Asywaq حفظهاالله 👑
📌 Hari arafah adalah hari dimana Allah sempurnakan agama ini dan Allah penuhi nikmat kepada hamba-hamba-Nya.

Dari Thariq bin Syihab, ia berkata, “Ada seorang Yahudi yang datang kepada ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu, lalu berkata,
‘Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya kalian membaca sebuah ayat dalam kitab kalian. Jika ayat tersebut diturunkan kepada kami, orang-orang Yahudi, niscaya kami akan menjadikan hari itu (hari turunnya ayat itu) sebagai Hari Raya.’
‘Ayat yang mana?’ tanya ‘Umar Radhiyallahu anhu.
Orang Yahudi itu berkata, ‘Yaitu firman-Nya
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ‘…
Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …’ [Al-Maa-idah: 3]
Maka ‘Umar Radhiyallahu anhu berkata, ‘Sesungguhnya aku telah mengetahui hari dan tempat ketika ayat itu turun kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Diturunkannya ayat itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu di ‘Arafah pada hari Jum’at.’

📌 Dia adalah hari yang Allah bersumpah dengannya, Mulia tidak bersumpah kecuali dengan yang agung. Yaitu hari yang disaksikan dalam firman-Nya ta’ala
وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ
Dan yang menyaksikan dan yang disaksikan.”( QS. Al-Buruj: 3)

Jاليوم الموعود يوم القيامة ، واليوم المشهود يوم عرفة ، والشاهد يوم الجمعة ( رواه الترمذي وحسنه الألباني)
“Hari yang dijanjikan adalah hari kiamat, dan hari yang disaksikan adalah hari Arafah. Yang menjadi saksi adalah hari Jumu’ah.”

والشفع والوتر
“Dan yang genap dan yang ganjil.” (QS. Al-Fajr: 3)

↪“Yang genap adalah hari ‘Adha dan yang ganjil adalah hari Arafah

📌 Disunnahkan pada hari tersebut untuk berpuasa, banyak berdzikir bersedekah, bershalawat, bertakbir Dan doa bukan hanya bentuk meminta kepada Allah namun maknanya lebih luas dari itu.

📌 Ini adalah hari ampunan dosa dan pembebasan dari neraka serta hari dimana Allah membanggakan orang yang wukuf.

Dan pada hari ini kita diminta untuk menjauhi hal2 yg mendatangkan kemarahan Allah karena hari tersebut adalah hari diampuni dosa-dosa dilipatgandakan amalan dan dibebaskannya dari neraka.

Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda:
ما من يوم أكثر من أن يعتق الله فيه عبدا من النار من يوم عرفة ، وإنه ليدنو ثم يباهي بهم الملائكة فيقول : ما أراد هؤلاء ؟ (رواه مسلم)
“Tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan seorang hamba dari neraka di banding pada hari Arafah. Sesungguhnya Dia mendekat dan membanggakannya (di hadapan) para malaikat, seraya bertanya, “Apa yang mereka inginkan?”

📌 Allah جل جلاله menjadikan hari Arafah hari yang istimewa sebagai bentuk kasih sayang dan rahmatNya kepada para hamba. Pada hari itu Dia menyempurnakan agama Islam dan melipat gandakan pahala amalan.

Pada hari yang sama Allah جل جلاله membebaskan hamba-hambaNya dari api neraka lebih banyak dari hari-hari lainnya. Pada hari itu pula sebagian kaum muslimin berbondong-bondong menuju padang Arafah untuk melakukan wukuf. Mereka salat, berdzikir dan berdoa memohon rahmatNya sehari penuh, diterpa terik dan angin gurun yang panas.
Kemudian Allah جل جلاله membangga-banggakan mereka di hadapan para malaikat seraya berfirman: “Apa yang mereka inginkan?” Lalu Dia pun mengampuni dosa-dosa mereka.

📌 Pada hari Arafah segala doa akan diijabahi, selama itu doa kebaikan maka jangan sampai kita melewati hari tersebut dengan sia-sia, jangan sampai kita termasuk dari orang-orang yg di haramkan dari keutamaan hari ini.

↪ hendaknya setiap mukmin benar-benar memanfaatkan waktu ini dengan memperbanyak doa dan amal shalih dan terkhusus pada waktu ‘asyiyyah yakni dari setelah waktu zawal (tergelincir matahari dari tengah2 orbitnya)
↪ Perbanyak doa, dzikir, amal shalih di hari arafah, Dan hati2lah kita dari terburu2 dalam berdoa dan putus asa dalam berdoa.

📌 jauhilah semua dosa-dosa jangan sampai kita menzalimi sesama, jangan kita lakukan hal-hal yang dapat menyeret kita ke dalam neraka.

📌 Perbanyaklah takbir dan tahlil di hari tersebut dan perbanyak dzikir
لا إله إلا الاه وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير
Perbanyak dzikir LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIR (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatunya)

Dan perbanyak takbir
الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله
الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here