Belajar Kesultanan Kutai di Museum Mulawarman 🏛 (1)

0
24

Oleh: Indri Hendayanti

“Ibu, apakah besok kita jadi pergi ke museum?”tanya Khawlah dengan penuh semangat.

“Iya, Sayang. Kita akan berkunjung ke museum Mulawarman besok, insyaallah. Apakah sudah dipersiapkan tas dan perlengkapan kita menginap besok?” kata Ibu.

“Tentu saja Ibu, semuanya sudah siap, alhamdulillah,,“ seru Khawlah dengan pikiran yang sudah melayang membayangkan bahwa besok dia akan bertualang seru menyusuri setiap kisah yang dia lihat dari gambar-gambar serta benda-benda yang ada di museum tersebut.

Khawlah beserta kakaknya, Khansa’ sangat menyukai pelajaran sejarah dan geografi. Mereka bercita-cita bisa menelusuri setiap daerah untuk mendengarkan setiap kisah dari daerah tersebut.

Esok hari pun tiba, Khawlah sudah menyelesaikan shalat Subuh dan sudah tidak sabar untuk segera berangkat menuju museum Mulawarman.

Ayah dan Ibu tersenyum dan kagum melihat bagaimana Khawlah sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat baik dan rapi.

“Ayo, kita berangkat!, bismillah tawakkaltu ‘Alallaah laa hawla wa laa quwwata illaa billaah, jangan lupa doa naik kendaraannya, ya!” seru Ayah.”

“Siap Ayah!” seru Khawlah bersamaan dengan kakaknya Khansa’.

“سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ”

Ayah, Ibu, Kakak Khansa’ dan Khawlah kemudian bersama-sama mengucapkan doa naik kendaraan.

Museum Mulawarman terletak di kota Tenggarong, kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Perjalanan ke sana menempuh waktu kurang lebih 3 jam dengan mobil dari kota Balikpapan.

“Alhamdulillaah, kita sudah sampai” seru Khawlah.

“Alhamdulillah” sahut ayah. Itu lihat ada patung yang berdiri di depan museum, itu namanya patung Lembuswana” sambung ayah.

“Wah, bentuk patungnya lucu ya, Ayah. Seperti binatang apa ya?” tanya Khawlah.

“Iya, seperti campuran aneka binatang” sahut Kakak Khansa’.

“Iya, Lembuswana adalah binatang badannya seperti lembu yang berkepala singa yang memakai mahkota, memiliki belalai seperti gajah, bersayap seperti garuda, bersisik seperti naga, bertanduk seperti sapi, berekor panjang seperti singa, bertelinga seperti rusa, berjenggot seperti kambing, dan bertajo seperti ayam” jawab Ayah.

“Oh begitu ya, Ayah” sahut Khawlah sambil memandang patung Lembuswana yang berdiri tegak di depan museum.

“Apakah binatang Lembuswana ini benar-benar ada?” tanya Kakak Khansa’.

“Menurut cerita, Lembuswana ini adalah binatang dalam mitologi rakyat Kutai yang merupakan tunggangan raja Mulawarman yang bertahta sebagai raja Kutai sekitar 1500 tahun silam.” kata Ibu memulai kisah tentang binatang Lembuswana.

“Binatang mitologi itu apa, Bu?” tanya Khawlah dengan antusias.

“Binatang mitologi maksudnya bahwa Lembuswana adalah binatang yang keberadaannya diceritakan dalam kisah-kisah legenda atau cerita rakyat yang biasanya berupa hewan campuran yang fantastis.” jawab Ayah.

“Oh, begitu ya. Seru juga ya Lembuswana ini menjadi kendaraan raja Mulawarman, pastinya bisa terbang seperti di film-film itu ya, Ayah?” tanya Khawlah sambil tertawa membayangkan binatang mitologi ini dinaiki oleh sang raja Kutai.

“Allahu a’lam” kata Ayah sambil tertawa juga.
“Yuk, kita masuk museum, pasti Khawlah dan kakak sudah tidak sabar kan melihat bagaimana isi dalam museumnya”, seru Ayah.

“Siap, Ayah” seru Khawlah dan Kakak Khansa’ bersemangat.

Bersambung….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here