Belajar Kesultanan Kutai di Museum Mulawarman (3)

0
12


Bagian 3

Patung-Patung yang Aneh

Setelah puas melihat-lihat ruang utama Museum. Khawlah beserta keluarga didampingi Kak Gusti Dini berjalan menuju ruangan lain.

“Tadi kita telah melihat berbagai perlengkapan kerajaan, mahkota kerajaan Pasir Balengkong, beberapa arca kecil dan peralatan perang kesultanan berupa tombak-tombak.” jelas Kak Gusti Dini kepada Khawlah dan Kakak Khansa’.

“Iya, Kak, lihat! itu ada tulisan tentang sejarah singkat kesultanan Kutai beserta para sultannya.” seru Khawlah.

“Eh, ternyata ini tidak hanya tentang kerajaan Kutai saja, ada kerajaan lain juga. Ada kerajaan Gunung Tabur, kerajaan Sanduragas, kerajaan Bulungan, kerajaan Berau dan kerajaan Sambaliung.” seru Khawlah lagi sambil membaca gambar daftar kerajaan di sekitar kerajaan Kutai.

“Masyaallah, ya!, ternyata di Kalimantan timur ada banyak kerajaan.” ucap Kakak Khansa’ dengan takjub.

“Yuk, kita masuk lebih dalam”, ajak Kak Gusti Dini dengan semangat.

Ayo, Kak!, seru Khawlah dan Kakak Khansa’ bersamaan, sementara Ayah dan Ibu masih berada di ruangan sebelumnya untuk mengambil gambar.

Ruangan selanjutnya berupa aula luas yang berisi banyak patung yang menggambarkan kehidupan masyarakat Kalimantan sehari-hari lengkap dengan replika rumah adat, alat-alat tradisional serta sungai mahakam dan alamnya.

“Hmm, mengapa aku merasa ada sesuatu yang lain di ruangan ini?” batin Khawlah.

“Kak, apakah Kakak merasakan ada sesuatu yang lain di ruangan ini?” bisik Khawlah kepada Kakak Khansa’.

“Eh, Adik merasakan juga ya?” jawab Kakak Khansa’

“Iya, Kak” bisik Khawlah lirih sambil melihat ke sekeliling aula luas yang berada di sisi kiri dari ruangan utama tadi.

“Iya, di sini ternyata banyak patung!” bisik Kakak Khansa’ merasa tidak nyaman.

Bersegera Kakak Khansa’ mengajak Khawlah untuk mengucapkan ta’awwudz, ayat kursiy dan memperbanyak istighfar.

“Kak Gusti, kita terus saja ya!, patung-patung di sini terlihat menyeramkan.” kata Khawlah sambil menarik tangan Kak Gusti Dini dan Kak Khansa’ menuju ruangan berikutnya.

Khawlah dan Kakak Khansa’ tidak menyukai patung-patung. Mereka merasa patung-patung itu seperti melihat ke arah mereka dan bola matanya bergerak-gerak.

Kak Gusti Dini nampaknya memahami dan tersenyum mengikuti Khawlah dan Khansa’ menuju sisi ruangan yang lebih dalam.

Mereka masuk ke suatu ruangan dan menemukan peralatan yang menarik di dalam ruangan tersebut. Apakah itu?

Bersambung, insyaallah…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here