Belajar Kesultanan Kutai di Museum Mulawarman (4)

0
12


Bagian 4

Penelusuran Lorong-Lorong

Setelah meninggalkan aula luas yang berisi patung-patung yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat Kalimantan, Khawlah, Kak Khansa’ diajak oleh Kak Gusti Dini untuk menelusuri lorong-lorong museum.

“Mengapa sepi sekali di lorong-lorong ini, Kak?” tanya Khawlah kepada Kak Gusti Dini.

“Iya, Kak, dan juga terlihat lebih gelap daripada ruangan lainnya,” tambah Kakak Khansa’.

“Iya, karena terletak di lantai bawah tanah, pengunjung yang ke sini tidak sebanyak di lantai dasar. Padahal di sini banyak juga barang peninggalan kerajaan dan juga barang sejarah lainnya,” jawab Kak Gusti Dini.

“Kerajaan Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Nusantara yang didirikan sekitar abad ke-4,” kata Kak Gusti Dini, sambil memperlihatkan peta di mana letak kerajaan Kutai atau dikenal dengan kerajaan Kutai Martapura.

“Kerajaan Kutai Martapura mencapai masa kejayaan ketika dipimpin oleh Raja Mulawarman. Mulawarman adalah raja yang memiliki budi pekerti yang baik, bijaksana, kuat serta dermawan,” tambahnya lagi.

“Kerajaan Kutai Martapura berakhir setelah ditaklukkan oleh Kesultanan Kutai Kertanegara yang memeluk agama Islam dan menjadi awal sejarah baru munculnya Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martapura,” ujar Kak Gusti Dini sambil menutup kembali kertas peta tersebut.

“Oh, begitu, ternyata kisahnya, ya, Kak! Khansa’ baru tahu,” seru Kak Khansa’ sambil melihat-lihat barang-barang yang terpajang di sisi kanan dan kiri lorong. Dia merasakan seperti sedang berada di zaman lampau masa kerajaan tersebut.

Lorong-lorongnya terasa lembab. Mungkin karena berada di lantai bawah tanah yang tidak dicapai oleh sinar matahari.

Kak Gusti Dini mengajak Khawlah dan Kak Khansa’ menelusuri setiap lorong di lantai bawah tanah yang dingin dan agak gelap itu.

Ya, hanya mereka bertiga yang sedang berada di lorong itu dan membuat suasana semakin terasa dingin dan berbeda.

“Lihat!, cantik-cantik, ya keramik dan guci-gucinya, Masyaallah!” seru Khawlah kagum.
Kecantikan keramik dan guci-guci itu membuatnya sedikit terlupa dengan dinginnya suasana lorong-lorong itu.

Ratusan keramik dan guci kuno itu perkiraan berasal dari dinasti kekaisaran Cina yang terdapat di ruang bawah tanah ini juga. Ini menjadi sebuah bukti, jika Kerajaan Kutai dan juga Kekaisaran Cina sudah melakukan hubungan perdagangan yang bagus dari sejak dulu.

Tidak semua orang memang menyukai menelusuri lorong-lorong bawah tanah yang dingin ini. Namun, besarnya rasa ingin tahu tentang apa yang berada di ruangan bawah tanah ini, membuat Khawlah dan Kakak Khansa’ memutuskan untuk meneruskan menelusuri setiap bagiannya.

“Lihat, Kak! Sepertinya lorong itu berbeda dengan lorong yang lainnya. Mungkin itu lorong rahasia Raja,” bisik Khawlah kepada Kakak Khansa’.

“Yuk, kita coba lihat ke sana,” ajak Kakak Khansa’.

Bersambung, insyaallah…

Penulis: Indri Hendayanti
Editor: Dian Hardiana Hendrawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here