Belajar Kesultanan Kutai di Museum Mulawarman (6)

0
8

Belajar Kesultanan Kutai di Museum Mulawarman
——-

Bagian 6
Kedaton Kutai Kertanegara

Angin yang sejuk dan cuaca yang tidak begitu panas, membuat suasana sore terasa nyaman. Setelah menelusuri makam dan pusat suvenir yang berada di kompleks Museum Mulawarman, Khawlah melihat sebuah bangunan indah yang berada tepat di belakang Museum.

“Kedaton Koetai Kartanegara,” ucap Khawlah membaca tulisan papan nama yang berada di depan bangunan tersebut.

“Apa itu Kedaton, Ayah?” tanya Khawlah penuh rasa ingin tahu.

“Oh, Kedaton adalah istana baru milik Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martapura yang dibangun untuk menghidupkan kembali Kesultanan Kutai sebagai salah satu warisan tradisi Kesultanan. Ayo, kita lihat ke sana,” ajak Ayah.

Khawlah, Khansa’, bersama Ayah dan Ibu kemudian berjalan menuju Kedaton Koetai Kartanegara. Kedaton ini terletak pas di belakang Museum Mulawarman dan di samping Masjid Jami’ Aji Amir Hasanuddin.

“Masyaallah!, bangunannya indah sekali ya, Yah!” seru Kakak Khansa’.

“Iya, istana ini dibangun dengan perpaduan gaya modern dan gaya istana Kesultanan Kutai zaman dulu,” jawab Ibu sambil mengambil gambar Kedaton Koetai Kartanegara dari depan.

Khawlah dan Kakaknya sudah tidak sabar untuk memasuki Kedaton itu. Mereka begitu terpesona dengan indahnya bangunan tersebut.

“Ruangan ini begitu megah. Ada singgasana sultan yang diapit dua Lembuswana dan dikelilingi kursi keemasan dengan banyak ukiran, Masyaallah!” seru Khawlah takjub begitu melihat ruangan pertama Kedaton Koetai Kartanegara.

“Iya, itu adalah ukiran Kutai, Dayak dan juga Jawa,” jelas Ayah. “ini menunjukkan kalau dahulu Kesultanan Kutai memiliki hubungan erat dengan suku Dayak dan Kerajaan Jawa,” tambah Ayah lagi.

“Oh, pantas. Di sini juga ada gamelan, ya, Yah!” seru Kakak Khansa’.

Mereka kemudian menelusuri setiap ruangan dalam Kedaton Koetai Kartanegara.

Di lantai dasar terdapat kantor lembaga yang mengatur acara-acara kesultanan.

Di lantai dua, ada gamelan dan ruang pengantin. Sementara di lantai bawah terdapat ruangan pameran Kesultanan Kutai, foto-foto para sultan yang pernah berkuasa serta busana kesultanan.

“Masyaallah, kita seperti berada di Istana Kesultanan Kutai zaman dahulu, ya!” seru Khawlah takjub.

Hari semakin sore, mereka mendapatkan banyak pelajaran sejarah dan budaya dari mengunjungi Museum Mulawarman dan Kedaton Koetai Kartanegara.

“Alhamdulillah, sekarang sudah mau maghrib. Kita akan menginap di rumah paman Norhan. Besok pagi kita akan melanjutkan berkunjung ke Museum Kayu, Insyaallah,” kata Ayah.

“Asyik!!!” seru Khawlah dan Kakak Khansa’ dengan rasa senang. Mereka akan bertemu paman, bibi dan sepupu-sepupunya yang tinggal di kota Tenggarong dan melanjutkan petualangannya ke Museum Kayu besok.

Bersambung, insyaallah.

Penulis: Indri Hendayanti
Editor: Dian Hardiana Hendrawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here