Baik-Baik Saja! 🦋

0


Bagaimanapun keadaanmu hari ini, engkau selalu dalam keadaan beruntung, insyaallah. 💎
.
Mengapa?
.
Karena dari semua kesedihan, kerisauan, dan kesakitan yang menimpa, engkau hanya berharap kebaikan dari Rabbmu semata.
.
Engkau mengetahui bahwa semua itu adalah penghapus dosa-dosa dan ganjaran pahala yang besar untuk setiap kesabaranmu.
.
Maka, bersyukurlah untuk setiap pemberian-Nya.
Terimalah ketetapan-Nya.
Dan terus optimis bahwa di depan sana, Allah akan berikan keadaan yang lebih baik.
.
Semua baik-baik saja ya, bi’idznillaah ta’ala! 💗
.
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى

“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku” (Muttafaqun ‘alaih).

Tidak Sempurna 🥀

0


Tidak ada yang sempurna.
Setiap kita menanggung dosa, memiliki aib dan banyak kelemahan.
.
Karena..
Memang sesungguhnya Allah tidak menciptakan kita sempurna.
.
Maka…
Pantasnya setiap kita harusnya sibuk saja memperbaiki diri sendiri yang penuh kekurangan dan sering terjatuh dalam kesalahan.
.
Maka..
Berbahagialah mereka yang tidak suka mencela, meremehkan dan membicarakan aib orang lain.
Karena Allah selamatkan dia dari kehilangan pahala dan juga hati yang tidak tenang karena sibuk dengan aib manusia.
.
Semoga Allah selamatkan kita semua. 💧

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan, dan kekayaan (hati).”

Aamiin Yaa Rabb.

Meretas Sejarah Para Nabi 📝

0

Siapa yang tidak suka mendengarkan kisah?.
Anak-anak sangat menyukai mendengarkan kisah, begitu pula mungkin kita orang tua menyukai mendengarkan dan juga berkisah.
.
Kita mengetahui bahkan dalam Alquran mengandung banyak kisah, di mana ayat-ayat yang menceritakan kisah lebih banyak daripada ayat-ayat tentang hukum.
.
Ini menjadi isyarat bahwa Alquran sangat perhatian dengan sejarah yang banyak sekali hikmah dan ibrah di dalamnya untuk dipikirkan dan diambil pelajaran bagi kita, manusia yang hidup setelahnya.
.
Penting untuk mengetahui dan mengajak anak memahami secara runut perjalanan para Nabi ‘Alaihimussalaam agar mendapatkan gambaran utuh tentang sejarah para nabi dan bagaimana mereka menghadapi kondisi kaumnya.
.
Dimulai dari diutusnya Nabi Nuh ‘Alaihissalaam ketika kesyirikan mulai merajalela di muka bumi. Kemudian Nabi Hud ‘Alaihissalaam dengan Kaum ‘Adnya, Nabi Shalih ‘Alaihissalaam dengan kaum Tsamudnya, Nabi Luth dengan kaum Sadumnya, Nabi Syu’aib dengan kaum Madyannya sampai pada Nabi Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim ‘Alaihimussalaam yang menjadi awal mula leluhur kaum Bani Israil sampai diutusnya Nabi terakhir, Rasulullah Nabiyullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.
.
Memahamkan diri dan anak-anak tentang perjalanan sejarah ini akan membuat kita tersadarkan dan mendapatkan hujjah yang kuat bahwa ada satu ‘kaum’ yang sampai hari ini masih menjadi ujian bagi ummat manusia dan harus terus berhati-hati dan berbara’ dengannya, yaitu kaum Yahudi laknatullah ‘alaihim.
.


Dari sejarah, kita mengetahui bahwa kaum ini adalah kaum yang sering membangkang, kekufuran mereka terhadap perintah Allah ‘Azza wa Jalla sampai hari kiamat kelak, kekufuran mereka yang bukan saja berlebihan dalam menyikapi nabi mereka (Nabi Uzair ‘Alaihissalam) dan juga banyak menyakiti hingga membunuh para nabi yang Allah utus kepada mereka. Begitulah perangai kaum Yahudi yang telah dimurkai oleh Allah ‘Azza wa Jalla ini.
.
Berikut beberapa buku yang bisa menjadi referensi sejarah Nabi yang mudah dipahami oleh anak dan juga referensi tambahan bagi orang tua dan saya pribadi walau masih ada yang belum khatam dan menjadi PR untuk dibaca dan dipahami baik-baik termasuk sirah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam (referensi lain yang lebih bagus dan menarik untuk dibaca dan dikisahkan kepada anak juga mungkin masih banyak lagi ya, silakan bisa berbagi referensi ya.)
.

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang
paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik ….” [Al Ma’idah/5 : 82]
.

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

“Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata:”Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku,yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku,yang namanya Ahmad (Muhammad) ‘Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti kebenaran,mereka berkata’ Ini adalah sihir yang nyata“. [Ash Shaff/61 :6]
.
Semoga Allah menjaga kita semua dari makar mereka dan hanya kepada Allah tempat kita memohon pertolongan. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah. Hasbunallaah wa ni’mal wakiil. Wallahu ta’ala a’lam.

Some Days Are Just About Survival

0

.
Some days are just about survival dan it’s okay! 👌✨
.
Setiap hari yang kita jalani tidak selalu dihiasi oleh cahaya matahari dan juga indahnya bunga-bunga mawar, walau kita sudah merencanakan dan mempersiapkannya sebaik mungkin semua hal yang akan kita jalani.
.
Bagaimana cara mengatasi ketika kabut yang bisa datang kapan saja mulai mengaburkan kepala kita?.
.
Jawabannya sederhana…
TERIMALAH! dan teruslah berbuat baik terhadap dirimu!.
.
Ada hari-hari yang isinya adalah bagaimana kita harus bertahan dan berjuang, dan itu tidak mengapa!
.
Alih-alih melawannya, maka menerima dan menjadikan hal-hal yang ada untuk menjadi lebih mudah sehubungan dengan apa yang kita harapkan itu adalah solusinya.
.
Karena ketika kita menyalahkan diri sendiri, secara mental tidak akan membantu kita untuk bangkit lebih cepat.
.
Kita semua pastinya pernah mendapatkan dan menjalani hari-hari berat itu.
.
Badai itu akan selalu hadir dan pastinya juga akan berlalu dan menyisakan kita dengan air yang lebih tenang yang akan kita nikmati setelahnya.
.


Dialihbahasa dan diresumekan dengan keterbatasan kami dari sebuah tulisan yang menginspirasi oleh Al Umm @amuslimhomeschool.
Jazaakillaahu khayraa. ❣️
.

Kamu Bisa!, Bi’idznillaah ❣️

0

Allah Ta’ala tidak pernah melupakan kita.
.
Dia tahu bagaimana kehilangan orang yang kita dicintai itu membuat kita sangat sedih.
.
Dia tahu betapa sulitnya untuk kita tertidur kemudian bangun dengan hati yang sesak dan hancur.
.
Tapi pahamilah ini, Allah ingin kita kuat. Kita harus melawan setiap rasa yang menyesakkan ini, terus berdoa dan kembali bangkit!
.
Menangis, tapi jangan berhenti!. Kehidupan harus terus berlanjut, Allah akan mudahkan dan pahala berlipat Dia siapkan untuk setiap kesabaran.
.
‎اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ
‎إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

“Yaa Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”
.
Aamiin Yaa Rabb.
.

Cukuplah Allah! 🌻

0


Begitu banyak peristiwa yang terjadi dalam kehidupan seorang anak manusia.
.
Kegembiraan dan kesedihan hadir silih berganti. Kehadiran dan kehilangan orang-orang tercinta dalam kehidupan adalah sunatullah selama kita masih berada di dunia.
.
Kehidupan ternyata memang hanya bergantian antara kemudahan dan kesulitan seperti siang dan malam.
.
Jika saat-saat indahmu tidak bertahan lama, saat-saat burukmu juga tidak akan bertahan.
.
Maka…
Tidak usah terlalu bersedih dengan apa yang sudah terjadi kemarin, karena tidak pernah kembali. qadarullah wa maa syaa a fa’ala.
.
Dan tidak usah meratapi apa yang terjadi hari ini karena pasti juga akan berlalu.
.
Allah sebaik-baik tempat kembali dan mencurahkan setiap duka dan bahagia.
.
Ketika cukuplah Dia saja…
Adakah yang lebih menenangkan hatimu dari ini?!.
.
حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ…
.
…Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.”(At-Taubah [9]: 129)

Ketika Letihmu…🍃

0

Ada saat ketika kau begitu letih.
Hiruk pikuk duniawi seakan tidak memberi kesempatan sedikitpun.
Untuk diri merenung sejenak.

Atau ada saat ketika kau begitu letih.
Dengan amanah-amanah yang senantiasa hadir.
Sehingga semuanya terkadang diminta darimu.
Waktumu, tenaga dan pikiranmu, hartamu bahkan mungkin sering kau harus mengorbankan dan mengabaikan perasaanmu.

Dunia ternyata memang melelahkan.
Dan semua orang letih mengarunginya.
Tinggal kita saja yang memilih.
Letih untuk kehidupan yang lebih baik dan kekal di akhirat sana.
Ataukah letih yang sia-sia dan azab jahaman akhirnya.
Wal iyadzubillaah.

Maka bersyukurlah!
Ketika Allah membuatmu letih karena-Nya dan di jalan-Nya.
Nikmatilah!
Biarlah keletihanmu kemudian menjadi saksi, bagaimana nikmatnya menjadi seorang mukmin.
Bi’idznillaah.

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya.”
(Q.S. Ibrahim: 34).

~

Kau Mampu 🍃

0


.
Kehidupan dunia mengajarkan banyak hal.
Bahwa ada saat kau harus memilih satu jalan berat yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya olehmu.

Memohon saja terus jalan terbaik menurut-Nya dan libatkan selalu diri-Nya dalam setiap pilihan.
.
Maka, engkau akan melihat ketika itu adalah yang terbaik menurut-Nya, maka yakinlah Dia akan mudahkan semuanya, masyaallah. 💧
.
Kau mampu atas izin-Nya.
Ketika menyandarkan dan menyerahkan semuanya kepada diri-Nya.
Karena hanya Dia yang Maha Mampu. ❤️
.

إِنْ يَنْصُرْكُمُ اللَّهُ فَلا غَالِبَ لَكُمْ وَإِنْ يَخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

”Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu. Jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal.” [QS Ali ‘Imraan : 160]

Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah 🍃

أحسنت يا فراشتي 🦋

0


Mencoba mengamati bagaimana orang Arab bertutur kata dengan bahasa Arab yang memang sangat indah dan dalam maknanya.
.
Pertama: Bahasa ‘to the point’ dan intonasi yang tegas.

Akhawat non Arab (Indo terutama dan saya khususnya) mungkin awal-akan kaget kalau tiba-tiba langsung ditegur tanpa basa basi yang kalau diterjemah menjadi…

“Jangan malas!”
“Kenapa selalu terlambat!
“Kenapa terlambat sekali!!”
“Kenapa tidak ada izin!!!”
“Tidak boleh!”
.
Kedua, namun…
Ternyata ada kebiasaan yang masyaallah juga dalam mereka bertutur kata, yaitu tidak lupa selalu mendoakan para murid-muridnya dengan doa-doa kebaikan yang banyak dan juga memanggil dengan panggilan-panggilan indah yang membuat hati meleleh seperti…

“Yaa Habibatiy
“Yaa Faraasyatiy”
“Yaa Qalbiy”
“Yaa Hayatiy”
“Yaa Asal”
“Yaa Ainiy” dan masih banyak lagi, masyaallah.
.
Mencoba juga bertutur kata indah seperti ini dengan akhawat Indo tetapi kenapa jadinya aneh.😹
.
“Wahai Kesayanganku” Sari Ummu Nabilah
“Wahai kupu-kupuku” Ani Mantoro
“Wahai hatiku”Anissa Tokobaracca
“Wahai hidupku” Khadijah Ummu Khansa
“Wahai madu” Ainil Maqshurah
“Wahai mataku” Umi Hardianti
.


Masyaallah..
Indahnya memang bahasa Arab yang maknanya tidak bisa diungkap kedalamannya dalam bahasa selainnya.
.
“Bagaimana manusia dapat menolak keindahan bahasa ini, dengan logikanya dan kecemerlangannya yang unik?. Bahkan tetangga-tetangga negeri Arab, orang-orang yang mereka taklukkan, telah jatuh di bawah pesona bahasa ini. ” Sigrid Hunke (1913-1999)
.
Masyaallah semoga Allah mudahkan kita semua untuk bisa mempelajarinya. Aamiin Yaa Rabb. 🤲🏻

Hari yang Indah 🌻

0


Seringkali kita tidak menyukai sesuatu yang membawa banyak kebaikan dan justru menyukai yang sebenarnya akan membawa kepada keburukan.
.
Padahal…
Ternyata kebaikan itu ada pada setiap hal yang Allah pilihkan untuk kita, masyaallah. 💧
.
Maka…
Berbahagialah dengan setiap hari yang begitu indah yang Dia hadirkan untukmu. 🌼
Ridha dan bersabarlah dengan setiap apa yang telah Dia tetapkan untukmu. 🌻
.
“Akan merasakan kelezatan/kemanisan iman, orang yang ridha kepada Allah sebagai Rabbnya dan Islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad sebagai rasulnya” [HR. Muslim]

0FansSuka
0PengikutMengikuti
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Posts

Pasti ‼️

Bisakah? ✨

Kau Mampu 🍃

Irinya Ahlul ‘Afiyah 🍃

Sangat Sempurna